Kamis, 25 Agustus 2016

JOMBANG CULTURAL PROFILE

JOMBANG CULTURAL PROFILE

J
ombang merupakan kota yang akan saya sebut ketika ditanya tempat lahir. Merupakan kabupaten yang sangat nyaman dan asri. Kehidupan yang harmonis dan religius terpancar dalam kehidupan bermasyarakatnya. Identitas sebagai kota santri dapat diihat dari orientasi pendidikan yang berorientasi keislaman. Banyak sekolah yang bernuansa pondok pesantren yang berdiri dan banyak mengundang orang seluruh Indonesia untuk mengenyam pendidikan di Kota Santri ini. Berdirinya beberapa pesantren di kota ini menjadikan budayanya lebih ke arah islami. Kegiatan pada hari-hari khusus selalu mengadakan “Kenduren” yang dimaknai sebagai wadah berdoa bersama dan ajang kumpul warga setempat. Kenduren ini adalah merupakan aviliasi dan percampuran antara kebudayaan kejawen dan keislaman.







Jombang memiliki banyak hal yang menarik. Ringin Contong adalah simbol Kota Jombang. Pohon ini melambangkan kehidupan yang kokoh, kekayaan yang rimbun, kesuksesan yang tinggi, dan akar gantung yang melambangkan selalu memingat untuk selalu merendah. Kota dengan jejak seribu kakai para santri ini merupakan kota yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Kota Jombang tidak kalah dengan kota lainnya mengenai makanan khas. Makanan khas enggak luput dari incaran pengunjung. Makanan khas Kota Jombang adalah Jenang kelapa muda yang memiliki rasa manis dan gurih menjadi pilihan yang tepat bagi para pengunjung. Gudapan lezat banyak ditemukan yaitu Lontong Kikil yang merupakan gudapan lezat khas Kota Jombang. Perpaduan lembutnya lontong, kenyalnya kikil, dan bumbu rendang khas Jombang membuat kesan yang baik pada pengunjung Kota Jombang.

Kesenian budaya Khas Jombang adalah Ludruk. Ludruk merupakan salah satu kebudayaan geguyon yang didalamnya terdapat alur cerita. Cerita yang pernah terkenal ditahun 1990an adalah Kebo Kicak Karang Kejambon. Merupakan cerita sosok manusia jahat yang terkadang dapat berubah menjadi sesosok kerbau yang berwarna kehijauan. Cerita Kebo Kicak Karang Kejambon merupakan cerita yang sarat akan makna sosial. Makna tersebut adalah menjadi manusia yang apa adanya dan tidak bermuka dua di depan orang lain. Kebudayaan ini masih di lestarikan dan harapan saya tidak akan luntur di makan zama karena merupakan aset Kota Jombang yang berharga. (Hnd)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar